Halaqah 29: Ujian Setelah Dakwah Jahriyyah (Bagian 2)

thumbnail-cadangan
Materi HSI pada halaqah ke-29 dari halaqah silsilah ilmiyyah abdullah roy adalah tentang ujian setelah dakwah jahriyah bagian 2. Semakin hari semakin bertambah gangguan orang Quraisy terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan dakwah Beliau.

Berkata Abu Jahl,
“Apakah Muhammad bersujud di depan kalian? Mereka berkata, Iya.”

Abu Jahal mengatakan “Demi Latta dan Uzza seandainya aku melihat dia melakukan demikian niscaya aku akan menginjak lehernya atau mendorong wajahnya di tanah.”

Maka Abu Jahl mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sedang shalat dan ingin menginjaknya, tiba-tiba dia mundur ke belakang dan menahan dengan tangannya.

Maka ada yang berkata, “Kenapa kamu?”
Dia mengatakan, “Sesungguhnya antara diriku dan dirinya ada parit dari api, kejadian yang sangat menakutkan, dan sayap-sayap.”

Berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
“Seandainya dia mendekat niscaya akan disambar malaikat-malaikat sehingga terputus anggota tubuhnya satu persatu.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Urwah Ibnu Zubair pernah bertanya kepada Abdullah bin Amr Ibnu Ash,
“Kabarkan kepadaku tentang perkara yang paling berat yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.”

Beliau berkata,
“Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di halaman Ka’bah tiba-tiba datang Uqbah bin Abi Mu’ith, kemudian dia menarik pundak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian melingkarkan baju Beliau di leher Beliau dan mencekik Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan cekikan yang keras, kemudian datanglah Abu Bakar dan menarik pundak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan melindungi Beliau kemudian membaca firman Allah,

أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ رَبِّيَ اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ
[QS Ghafir 28]

“Apakah kalian membunuh seorang laki-laki yang mengatakan Rabb-ku adalah Allah dan telah datang kepada kalian dengan bukti-bukti yang nyata dari Rabb kalian.”

Atsar ini diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah di dalam Mushannaf dengan sanad yang Hasan.

Mencaci dan mengejek Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan dakwah Beliau adalah salah satu cara yang dilakukan orang-orang musyrikin untuk memalingkan manusia dari dakwah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Diantara gangguan terakhir mereka kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebelum berhijrah ke kota Madinah adalah apa yang diceritakan oleh Abdullah Ibnu Abbas, beliau mengatakan,

“Sesungguhnya beberapa orang Quraisy berkumpul di Hajar Aswad dan saling bersumpah dengan Latta, Uzza, dan Mannat, seandainya kita semua bersatu dan tidak meninggalkan dia (Muhammad) sampai kita membunuhnya.

Maka datanglah Fatimah dalam keadaan menangis menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata,

“Sekelompok orang diantara kaummu sedang di Hajar Aswad dan saling berjanji seandainya mereka melihatmu mereka akan mendatangimu dan membunuhmu. Tidak ada diantara mereka kecuali dia mengetahui bagiannya dari darahmu.”

Beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata, “Wahai putri kecilku dekatkanlah air wudhu ini.”

Kemudian Beliau berwudhu dan masuk ke dalam Masjidil Haram.

Ketika mereka melihat Beliau, mereka berkata, “Ini dia.” maka tiba-tiba mereka menundukkan pandangan dan diam di tempat mereka dan tidak bisa mengangkat pandangan mereka kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan tidak ada diantara mereka yang bisa berdiri.

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi mereka dan berdiri di hadapan mereka kemudian mengambil segenggam tanah dan melemparkan ke arah mereka seraya berkata,

“Jeleklah wajah-wajah ini.”

Berkata Abdullah bin Abbas
“Maka tidaklah kerikil mengenai salah seorang diantara mereka kecuali dia terbunuh di perang Badr dalam keadaan kafir.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan dua sanad yang shahih.

Dan kejadian yang serupa terjadi juga pada malam hijrahnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Sirah Nabawiyah]
Show comments
Hide comments

0 Komentar:

Posting Komentar