Halaqah 14: Landasan Pertama Ma’rifatullah Bagian 2 Bagaimana Mengenal Rabb-mu

thumbnail-cadangan

Materi HSI pada halaqah ke-14 dari halaqah silsilah ilmiyyah abdullah roy bab Kitab Ushul Ats Tsalatsah adalah tentang landasan pertama ma'rifatullah bagian 2 bagaimana mengenal Rabbmu.

Kemudian beliau mengatakan,

فإذا قيل لك: بم عرفت ربك؟ فقل: بآياته ومخلوقاته

“Apabila ada yang bertanya bagaimana kamu bisa mengenal Rabb-mu?”

Bagaimana caranya engkau bisa mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala, bagaimana engkau mengetahui tentang Ilmu Allah, kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwasanya Allah Maha Kekal, Maha Hidup, dan bahwasanya Dia Mampu melakukan sesuatu.

“Maka katakanlah (kepada penanya tersebut), aku mengenal Rabb-ku, mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ayat-ayat-Nya dan juga dengan makhluk-makhluk-Nya.”

Yang dimaksud dengan ayat adalah tanda-tanda, yaitu tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menunjukan tentang Qudroh dan kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan aku mengenal Allah dengan makhluk-makhluk-Nya yang telah diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.

Kita mengenal Allah dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya (yang pertama), kemudian yang ke dua kita mengenal Allah dengan makhluk-makhluk-Nya, dengan apa yang kita lihat yang ada di sekitar kita semua, dan semua selain Allah adalah makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Apabila seseorang merenungi, mau bertafakur di dalam ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dia lihat, di dalam makhluk-makhluk Allah yang dia lihat yang ada di sekitar dia, niscaya dia akan mengenal siapa Rabb-nya, dan bagaimana Ilmu-Nya, dan bagaimana qudrah-Nya, bagaimana kekuasaan Dia, yang menjadikan seseorang tunduk dan beriman dengan apa yang datang dari-Nya berupa Al-Qur’an dan juga hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Dan ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanda-tanda kekuasan Allah banyak sekali, demikian pula makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian beliau mengatakan,

ومن آياته الليل والنهار، والشمس والقمر

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah malam dan juga siang dan matahari dan juga bulan.”

Ini adalah sebagian kecil dari tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang apabila seseorang mau meluangkan waktunya yang sedikit, merenung, memikirkan tentang tanda-tanda kekuasaan ini, memikirkan malam, memikirkan siang, dan perubahan antara malam dan siang, memikirkan dan merenungi tentang ciptaan Allah yang berupa matahari dan juga bulan, niscaya dia akan mengenal siapa Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Siapakah yang telah menciptakan dia dan ayat-ayat tersebut? Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan malam dan juga siang dengan maksud yang agung, bukan dengan sia-sia. Di siang hari seseorang dengan leluasa melakukan berbagai aktivitas kegiatan, diantaranya adalah mencari maisyah, bekerja, dan dijadikan waktu malam hari oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai waktu yang tenang, yang di situ seseorang melapaskan lelahnya, beristirahat.

Dan dengan dijadikannya di sana waktu siang dan juga malam, seseorang bisa melanjutkan kehidupannya dengan normal dan baik.

Seandainya di sana tidak ada malam dan Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya menjadikan waktu siang saja, maka betapa banyak mudhorot bagi manusia, karena tentunya lain antara beristirahat di siang hari dengan beristirahat di malam hari sebagaimana yang kita coba dan kita rasakan, seandainya waktu ini hanya siang saja bagaimana seseorang bisa membedakan antara satu hari dengan hari yang lain.

Dan seandainya waktu ini hanya malam saja betapa banyak mudhorot yang akan dihadapi dan akan menimpa manusia. Berapa listrik yang harus dikeluarkan selama bertahun-tahun, tidak pernah berhenti. Dan betapa banyak maslahat yang tidak bisa kita lakukan ketika waktu hanya malam hari saja, banyak kegiatan dan aktivitas yang tidak bisa kita lakukan di malam hari.

Tapi Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan rahmat-Nya, dengan hikmah-Nya, dan Dia-lah yang mengetahui maslahat dan mudhorot bagi manusia, menjadikan malam dan juga siang. Tidak dijadikan malam terus menerus dan tidak dijadikan siang terus menerus. Dan ini menunjukan tanda-tanda kekuasan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mampu merubah siang menjadi malam dan merubah malam menjadi siang.

Kemudian beliau mengatakan,

والشمس والقمر

“Demikian pula matahari dan juga bulan.”

Termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Allah ciptakan untuk maslahat bagi kita, diketahui oleh orang-orang yang mau berfikir dan mau merenungkan tentang tanda-tanda kekuasaan ini.

Bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan matahari yang begitu besar, yang memiliki sinar yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, bagi kesehatan manusia, bermanfaat bagi tumbuhan.

Cahaya yang bermanfaat untuk kegiatan kita sehingga kita tidak memerlukan listrik di siang hari dan Allah letakkan matahari di sebuah jarak yang sudah Allah atur sehingga memberikan manfaat yang maksimal kepada manusia.

Tidak Allah jadikan matahari terlalu dekat dengan bumi. Sebab seandainya matahari sangat dekat dengan bumi, niscaya yang ada adalah mudhorot bagi mereka. Dan Allah tidak jadikan matahari terlalu jauh sehingga tidak bermanfaat bagi manusia.

Kita lihat bintang yang sangat jauh meskipun dia bercahaya tetapi manusia tidak mengambil banyak faedah dari cahaya tersebut, lain dengan matahari. Seandainya matahari diletakkan oleh Allah Subhānahu wa Ta’āla di tempat yang sangat jauh niscaya kita tidak bisa mengambil manfaat yang besar dari matahari tersebut. Tapi Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan Ilmu-Nya, dengan Qudrah-Nya meletakan Matahari di sebuah jarak yang di situ manusia mengambil manfaat dari sinar matahari tersebut.

Di sini kita mengetahui Ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang mengetahui apa yang telah lalu dan apa yang akan datang, apa yang terbaik bagi manusia, apa yang memberikan mudhorot kepada manusia.

Dan kita mengenal Qudroh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat berkuasa, yang Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu, dan Allah gerakkan dan atur matahari ini sedemikian rupa setiap hari menunjukan bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Hidup, tidak pernah lalai dari ciptaan-Nya.

لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

“Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak ditimpa ngantuk dan juga tidak ditimpa tidur.”

Dia adalah yang Maha hidup, yang Maha menegakkan segala sesuatu.

وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا

“Dan tidak berat bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menjaga langit dan juga bumi.”

Apabila seseorang memikirkan hal ini niscaya akan mengenal siapa Rabb yang dia sembah.

Kemudian beliau mengatakan,
والقمر

“Demikian pula (diantara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah) bulan.”

Bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan bulan dan dia berbeda dengan matahari. Karena bulan berupa nur (berupa cahaya), berbeda dengan matahari yang merupakan sinar yang membakar. Adapun bulan maka berupa nur. Dan Allah ciptakan bulan dengan hikmah yang banyak dan setiap hari bulan memiliki ukuran tertentu yang kita lihat. Memiliki kedudukan tertentu yang dengannya manusia bisa mengetahui sekarang tanggal berapa, sekarang sudah berpindah bulan, apabila mengetahui perpindahan bulan maka dia bisa mengetahui satu tahun.

Oleh karena itu diantara faedah dan juga diantara manfaat Allah menjadikan bulan menjadi beberapa kedudukan, diantaranya adalah supaya kita mengetahui jumlah tahun dan juga hisab.

۞…وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ

“Allah Subhanahu wa Ta’ala mentakdirkan bulan memiliki manzilah-manzilah supaya kalian mengetaui jumlah dari tahun-tahun dan juga mengetahui perhitungan.” [Yunus 5]

Dan juga faedah-faedah yang lain, orang yang memikirkan hal ini maka akan semakin menambah keimanan dia dan ma’rifah dia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
***
[Disalin dari materi Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy bab Kitab Ushul Ats Tsalatsah]
Show comments
Hide comments

0 Komentar:

Posting Komentar