Halaqah 49: Al-Qur’an adalah Kalamullah (Bagian 2)

Halaqah yang ke-49 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Al-Qur'an adalah Kalamullah bagian 2.

Al-Qur’an adalah Kalamullah, Al-Qur’an adalah ucapan Allah di antara dalilnya adalah firman Allah dalam surat Al-Baqarah ketika Allah subhanahu wa ta’ala tentang orang-orang Yahudi,

۞ اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلَامَ اللّٰهِ…
[QS Al Baqarah 75]

Apakah kalian berangan-angan berkeinginan mereka beriman kepada kalian percaya kepada kalian, padahal sekelompok dari mereka telah mendengar kalamullah, sekelompok dari mereka telah mendengarkan Kalamullah.

Ada yang menafsirkan bahwa di sini adalah Al-Qur’an, sekelompok dari mereka sudah mendengar Al-Qur’an, kalau Al-Qur’an saja mereka tidak mempercayainya bagaimana dengan ucapan kalian, dalam ada yang mengatakan bahwasanya disini adalah Taurat, maka bagi yang mengatakan bahwasanya Kalamullah disini adalah Al Qur’an menunjukkan bahwasanya

إن القُرْآنُ كَلامُ اللهِ

Al-Qur’an adalah kalamullah, seandainya Al Qur’an ini adalah Taurat maka yang pertama tadi sudah cukup menunjukkan bahwasanya Al-Qur’an adalah kalamullah

إن القُرْآنُ كَلامُ اللهِ

Adapun didalam hadits maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dahulu di awal dakwah dan dihalangi oleh orang-orang Musyrikin, saat itu dakwah beliau adalah dengan membacakan Al-Qur’an, dakwah dengan Al-Qur’an karena Al-Qur’an ini di dalamnya ada keberkahan kedalaman makna, orang yang mendengarnya bisa membedakan antara ini adalah ucapan manusia atau bukan, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat itu dilarang oleh orang-orang Musyrikin untuk menyampaikan Al-Qur’an, Beliau shallallahu 'alaihi wasallam dengan ketawadu’an beliau mendatangi ya robongan² yang mereka datang ke kota Mekah untuk menunaikan ibadah haji misal, menawarkan kepada mereka untuk bisa membawa beliau shallallahu 'alaihi wasallam ke kau bilang qobilah² mereka disebutkan didalam Sunan Ibnu Majah dan juga yang lain, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dahulu menawarkan dirinya ketika di musim haji,

ألا رجلٌ يحمِلُني إلى قومِهِ لأبلِّغ فإنَّ قريشًا قد منعوني أن أبلِّغَ كلامَ ربِّي

Apakah anda salah seorang diantara kalian yang mau membawaku kepada kaummu diajak untuk bersama meninggalkan Mekkah dan mendatangi kaum mereka karena sesungguhnya orang-orang Quraisy yaitu kaumku mereka telah melarangku untuk menyampaikan karena kalamaRobi/ kalamullah.

Apa maksudnya? Maksudnya adalah Al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada beliau, ini menunjukkan bahwasanya Al-Qur’an adalah ucapan Allah bukan ucapan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan bukan ucapan Jibril alaihissalam, ini adalah ucapan Allah, Allah subhanahu wa ta’ala yang pertama kali ya mengucapkan bukan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengucapkan makanya, setelah itu beliau mengatakan minhu bada’a, kenapa ini dinamakan dengan Kalamullah karena minhu bada’a karena memang ada dari Allah yang memulainya, Allah yang pertama kali mengucapkannya minhu bada’a dari Allah mulai

مِنْهُ بَدَا بِلَا كَيْفِيَّةٍ

Tanpa kaifiyah maksudnya adalah kita tidak mengetahui tentang kaifiyyahnya bukan berarti dia tidak punya kaifiyah ,punya , kaifiyyahnya ada namun kita tidak mengetahui kaifiyah bagaimana tentang Allah subhanahu wa taala berbicara, itu maksud ucapan beliau

بِلَا كَيْفِيَّةٍ

dia punya hanya kita tidak mengetahui bagaimana Allah berbicara sebagaimana di dalam sifat-sifat yang lain kita juga memiliki keyakinannya Indonesia Al imam Malik rahimahullah mengatakan

الاسْتِواءُ غيرُ مَجْهُولٍ

Istiwa itu sesuatu yang diketahui bagaimana itu yang kita tidak mengetahuinya, sama dengan sifat kalam bagi Allah, Allah yang mengucapkannya

الۤمّۤ ۚ۝
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ۝

Siapa yang mengucapkan pertama kali Allah, Kaulan itu berupa Kalam berupa ucapan dan semua dari kita mengetahui tentang makna ucapan, yang memiliki huruf memiliki makna, yang memiliki lafadz, dalam ayat yang lain Allah mengatakan / mensifati diriNya dengan qoul, berapa ayat yang di dalam Al-Qur’an, Allah mengatakan

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ

Karena Allah memiliki sifat Qoul dan Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan,

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا. ..۝.

Dan siapakah yang lebih benar ucapannya daripada ucapan Allah,

Allah subhanahu wa ta’ala memiliki sifat kalam atau sifat al-qaul dan juga dikatakan Al hadits,

وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا, أو قولااو كلام

maknanya adalah berdekatan yaitu ucapan.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url