Halaqah 59: Landasan Ketiga Ma’rifatul Nabiyyikum Muhammadin – Dalil Misi Utama Diutusnya Nabi Muhammad (Bagian 2) Makna Qum Fa Andhir

thumbnail-cadangan
Materi HSI pada halaqah ke-59 dari halaqah silsilah ilmiyyah abdullah roy bab Kitab Ushul Ats Tsalatsah adalah tentang landasan ketiga ma'rifatul nabiyyikum Muhammadin: dalil misi utama diutusnya nabi Muhammad bagian 2 makna qum fa andhir.
Kemudian beliau mengatakan

قُمۡ فَأَنذِرۡ

makna dari firman Allah قُمۡ bangunlah dirimu, karena orang yang berselimut dalam keadaan dia tertidur atau berbaring, قُمۡ bangunlah فَأَنذِرۡ maka berilah peringatan. Apa maksud فَأَنذِرۡ di sini

ينذر عن الشرك ويدعو إلى التوحيد

أَنذِرۡ maksudnya adalah peringatkanlah mereka dari kesyirikan. Wahai manusia jangan kalian berbuat syirik, jangan kalian menyekutukan Allah. Menakut-nakuti mereka itu namanya indzar, antum mengingatkan orang jangan dekat dekat dengan kabel ini itu namanya ينذر, mengingatkan dia menakut-nakuti mereka melarang mereka, melarang mereka dari kesyirikan bukan hanya disitu saja tapi juga ويدعو إلى التوحيد, dan mengajak mereka kepada Tauhid, jadi saling melazimkan satu dengan yang lain.

Orang yang mengingatkan manusia dari kesyirikan, melazimkan dia mengajak mereka kepada Tauhid, melarang dari kesyirikan berarti otomatis mengajak manusia untuk tidak menyekutukan Allah yaitu intinya adalah mentauhidkan Allah. Tidak menyekutukan berarti memisahkan, mengingatkan mereka dari kesyirikan berarti mengajak mereka untuk bertauhid. Orang yang mengajak kepada Tauhid melazimkan dia untuk mengingatkan manusia dari kesyirikan

ينذر عن الشرك ويدعو إلى التوحيد

disebutkan oleh beliau dua-duanya supaya lebih jelas maknanya, bahwasanya di sana ada Nafyun dan di sana ada Isbat, di sana ada Targhib dan di sana ada Tarhif ada dorongan dan juga ada peringatan.

Ini ayat yang kedua, dari kalimat فَأَنذِرۡ diketahui bahwasanya maksud dari indzar di sini adalah mengingatkan mereka dari ke syirikan. Tentunya ketika beliau pertama kali disuruh untuk indzar ini tidak langsung kepada kaumnya secara terang-terangan. Kita tahu bahwa di sana ada marhalah jahriyyah, jadi أَنذِرۡdi sini jangan dibayangkan beliau langsung dakwah jahriyyah tapi beliau dakwah indzar dengan sirriyyah terlebih dahulu selama kurang lebih 3 tahun yaitu setelah turunnya surat Al-Muddatsir ini beliau menjadi seorang Rosul, berdakwah dengan sembunyi-sembunyi dengan perintah dari Allah ta'ala. Jadi indzar tidak identik dengan terang-terangan di dalam dakwah, mengingatkan bisa juga dalam keadaan dia sirr.

Beliau mulai terang-terangan didalam dakwah ketika turun firman Allah ta'ala

وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ٢١٤

Berikanlah peringatan kepada keluargamu yang dekat. [Ash Shu’ara”:214]

Kemudian beliau naik ke atas bukit Shofa kemudian mendakwahi mereka. Mulailah di sini ada Jahr di dalam dakwah, berarti indzar terkadang dengan sirr terkadang dengan jahr, tidak harus indzar itu dengan jahr

قُمۡ فَأَنذِرۡ

ينذر عن الشرك ويدعو إلى التوحيد

sampaikan saja, dan ini adalah kewajiban seorang Rosul hanya indzar saja

فَهَلۡ عَلَى ٱلرُّسُلِ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ…..

Tidaklah menjadi kewajiban seorang rasul kecuali hanya menyampaikan saja. Mengingatkan tentang adanya azab. [An Nahl:35]

قُمۡ فَأَنذِرۡ

Allah tidak mengatakan berikanlah mereka hidayah, tidak, karena ini bukan kemampuan seorang Rosul kemampuan mereka yang bisa mereka lakukan hanyalah Indzar saja, mengingatkan mereka.
***
[Disalin dari materi Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy bab Kitab Ushul Ats Tsalatsah]
Show comments
Hide comments

0 Komentar:

Posting Komentar