Halaqah 25: Allah Muhyil Mauta

Halaqah yang ke-25 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Allah muhyil mauta.

Beliau mengatakan,

وَكَمَا أَنَّهُ مُحْيِي الـمَوْتَى بَعْدَمَا أَحْيَا، اسْتَحَقَّ هَذَا الاسْمَ قبل إحيائهم

Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang menghidupkan orang-orang yang mati setelah Allah subhanahu wata'ala menghidupkan mereka ,Maka Dia berhak menyandang nama ini sebelum Allah subhanahu wa ta’ala menghidupkan mereka.

Jadi Allah subhanahu wa ta’ala adalah yang menghidupkan orang-orang yang meninggal, Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang menghidupkan orang-orang yang meninggal meskipun sekarang belum terjadi hari kebangkitan tersebut, tapi kita meyakini bahwasanya Allah subhanahu Wa ta’ala Dialah

مُحْيِي الـمَوْتَى

Dialah yang akan menghidupkan orang-orang yang meninggal dunia meskipun sekarang belum terjadi hari kebangkitan, meskipun Allah subhanahu wa ta’ala belum menghidupkan mereka

Ini sama dengan yang tadi Allah subhanahu Wa ta’ala Dialah Al- Kholiq, meskipun belum ada ciptaannya Dialah Yang Maha mengampuni meskipun satu belum ada yang berdosa tapi Allah subhanahu wa taala Dialah yang memiliki sifat dialah yang Maha pengampun

كَذَلِكَ اسْتَحَقَّ اسْمَ الـخَالِقِ قَبْلَ إِنْشَائِهِمْ.

Demikian pula Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang berhak menyandang nama Al Khaliq meskipun sebelum Allah subhanahu wa taala menciptakan mereka, Allah sudah memiliki sifat tersebut dan Dialah yang memiliki nama Al Khaliq

ذلك بأنهُ على كلِّ شىءٍ قديرٌ،

Yang demikian karena Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang maha mampu untuk melakukan segala sesuatu memang belum terjadi kebangkitan belum terjadi penciptaan tapi Allah subhanahu wa ta’ala Maha mampu untuk melakukan segala sesuatu secara umum, Allah mampu untuk melakukan segala sesuatu menciptakan, membangkitkan, menghidupkan, mematikan, maka Dialah yang berhak untuk menyandang nama tersebut dan memiliki sifat tersebut meskipun itu belum terjadi.

Allah subhanahu wa taala Dia memiliki sifat Rububiyah meskipun belum ada marbub Dialah yang berhak menyandang nama Al Khaliq meskipun belum ada yang diciptakan karena Allah Dialah yang maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu

وَكُلُّ شَيْءٍ إِلَيْهِ فَقِيرٌ

Sesuatu itu fakir kepada Allah, sebagaimana telah berlalu

۞ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ
[QS Al Fatir 15]

وكل أمر عليه يسر

Dan segala sesuatu bagi Allah adalah sangat mudah mencipta, membangkitkan, mematikan, mengatur, meskipun itu belum terjadi tapi Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha untuk melakukan segala sesuatu dan mudah bagi Allah untuk melakukan segala sesuatu

لَّا يَهِدِّي إِلَّا أَن يُهْدَىٰ

Allah mampu untuk melakukan segala sesuatu dan mudah bagi Allah dan Allah tidak butuh kepada yang lain

۞….لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
[QS Asyuraa 11]

Tidak ada yang serupa dengan Allah dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Baik, maka di sini beliau kembali berbicara tentang masalah nama dan juga sifat Allah, beliau banyak memperinci masalah nama dan juga sifat Allah.

Di antara faedah yang kita ambil bahwasanya sifat-sifat Allah ini sejak dahulu a’zali sebagaimana Dzat Allah adalah ‘azali, Allah subhanahu wa taala adalah yang memiliki sifat Al khalq dan Dialah yang memiliki nama al-bari meskipun sebelum Allah menciptakan penciptaan tersebut.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url