Halaqah 59: Dalil lain Bahwa Orang-Orang Beriman akan Melihat Allah di Akhirat
Halaqah yang ke-59 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang dalil lain bahwa orang-orang beriman akan melihat Allah di akhirat.
Disana ada beberapa ayat yang lain yang menunjukkan tentang aqidah Ahlussunnah bahwasanya orang-orang yang beriman akan melihat Allah sebagaimana dalam sebuah ayat yang ada dalam surat Yunus
Bagi orang-orang yang beriman (orang² yang ahsan) yaitu orang² yang Ihsan di dunia, Ihsan itu merasa dilihat oleh Allah subhanahu wa ta’ala akhirnya dia beriman akhirnya dia bertakwa beramal shaleh
Bagi mereka ini Al Husna,
apa yang dimaksud dengan Al Husna? Al Jannah /Surga, ini adalah muannats dari al-ahsan yang artinya adalah yang paling baik dan Al Jannah ini adalah negeri yang paling baik, negeri yang paling indah negeri yang paling nikmat , maka orang-orang yang Ihsan di dunia merasa diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala akhirnya dia berbuat baik beramal shaleh beriman maka dia akan mendapatkan Surga وَزِيَادَةٌ dan dia akan mendapatkan tambahan, Surga dan juga tambahan, nah apa yang dimaksud dengan وَزِيَادَةٌ apa yang dimaksud dengan tambahan tafsirkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam adalah tentunya yang paling mengetahui tentang makna yang ada di dalam Al-Qur’an di dalam sebuah hadis Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan,
Apabila penduduk Surga masuk ke dalam Surga,
Maka Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan apakah kalian menginginkan sesuatu sebagai tambahan?
Ahlul Jannah disini berarti semuanya baik umatnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maupun umat² Nabi sebelumnya, apakah kalian menginginkan suatu tambahan lagi? tambahan nikmat lagi padahal mereka sudah merasakan berbagai kenikmatan,
Mereka mengatakan,
Bukankah engkau Ya Allah telah menjadikan wajah² kami berseri Engkau telah memasukkan kami kedalam Surga yang dengannya kami merasakan berbagai kenikmatan bukan hanya itu bukankah Engkau telah menyelamatkan kami dari Neraka , maksudnya adalah sudah merasakan keberuntungan yang luar biasa selamat dari Neraka dan bisa merasakan kenikmatan seperti ini
Kami merasakan keberuntungan yang luar biasa selamat dari azab terakhir Alhamdulillah
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menyingkap hijabNya, Allah subhanahu wa ta’ala menyingkap hijabNya, sehingga mereka pun melihat Allah, disebutkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka penduduk Surga tidak diberikan sebuah kenikmatan yang lebih mereka cintai daripada melihat kepada Allah azza wa jalla ketika mereka melihat Allah maka kenikmatan yang sebelumnya mereka rasakan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kenikmatan yang mereka rasakan ketika melihat Allah Rabbul’alamin.
Ini menunjukkan betapa nikmatnya melihat wajah Allah subhanahu wa ta’alam
Kemudian beliau mengatakan
Maka melihat wajah Allah inilah yang dimaksud dengan ziyadah/tambahan didalam ayat tadi.
kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca Ayat ini
Bagi orang-orang yang berbuat baik maka dia akan mendapatkan Surga dan juga tambahan. hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, berarti di sini Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menafsirkan ayat dan menafsirkan ayat terkadang dengan ayat yang lain, terkadang menafsirkan ayat dengan hadis ini adalah termasuk tingkatan yang tinggi dalam masalah tafsir ketika menafsirkan ayat dengan ayat yang lain dengan hadist Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
Dalam sebuah ayat yaitu dalam Surat Qof Allah mengatakan,
Masuklah kalian ke dalam Surga dalam keadaan selamat hari tersebut adalah hari kekekalan tidak ada kebinasaan setelah itu. Bagi mereka apa yang mereka kehendaki apa yang antum kehendaki akan diberikan oleh Allah di dunia antum banyak keinginan-keinginan antum yang tidak tercapai itu di dunia, tapi nanti kalau sudah masuk ke Surganya Allah subhanahu wa ta’ala
Bagi mereka apa yang mereka kehendaki,
Kita mau apa saja diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
Dan di sisi Kami ada tambahan.
Tambahan di sini yang dimaksud adalah melihat wajah Allah subhanahu wa ta’ala.
Dalam Ayat yang lain didalam surat Al mutafifin Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan,
Sekali² tidak sesungguhnya mereka (orang² kafir) yang mereka mendustakan sesungguhnya mereka dari Rabb mereka di hari tersebut mereka akan dihalangi, mahjun dihalangi yaitu mereka tidak akan melihat Allah.
Al imam Syafi’i rahimahullah & beliau adalah seorang muhadits seorang faqih seorang mufassir beliau memahami dari ayat ini beliau mengatakan bahwasanya ketika ketika Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwasanya orang-orang kafir dihalangi dari Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan bahwasanya orang-orang yang beriman sebaliknya itu mereka akan dibiarkan dan diberikan karunia oleh Allah untuk melihat Allah subhanahu wa ta’ala, orang² yang kufar ditutup sehingga mereka tidak bisa melihat wajah Allah, melihat wajah Allah adalah sebuah kenikmatan adapun orang-orang yang beriman maka oleh Allah subhanahu wa ta’ala diberikan karunia untuk melihat wajah Allah subhanahu wa ta’ala ini disebutkan oleh Al imam Syafi’i, bisa dilihat didalam tafsir Ibnu Katsir nukilan dari Ibnu Katsir terhadap ucapan Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]
Disana ada beberapa ayat yang lain yang menunjukkan tentang aqidah Ahlussunnah bahwasanya orang-orang yang beriman akan melihat Allah sebagaimana dalam sebuah ayat yang ada dalam surat Yunus
۞ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ ٱلْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ ..
[QS Yunus 26]Bagi orang-orang yang beriman (orang² yang ahsan) yaitu orang² yang Ihsan di dunia, Ihsan itu merasa dilihat oleh Allah subhanahu wa ta’ala akhirnya dia beriman akhirnya dia bertakwa beramal shaleh
لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟
Bagi mereka ini Al Husna,
apa yang dimaksud dengan Al Husna? Al Jannah /Surga, ini adalah muannats dari al-ahsan yang artinya adalah yang paling baik dan Al Jannah ini adalah negeri yang paling baik, negeri yang paling indah negeri yang paling nikmat , maka orang-orang yang Ihsan di dunia merasa diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala akhirnya dia berbuat baik beramal shaleh beriman maka dia akan mendapatkan Surga وَزِيَادَةٌ dan dia akan mendapatkan tambahan, Surga dan juga tambahan, nah apa yang dimaksud dengan وَزِيَادَةٌ apa yang dimaksud dengan tambahan tafsirkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam adalah tentunya yang paling mengetahui tentang makna yang ada di dalam Al-Qur’an di dalam sebuah hadis Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan,
إذا دخل أهل الجنة الجنة
Apabila penduduk Surga masuk ke dalam Surga,
يقول الله -تبارك وتعالى-: تريدون شيئا أزيدكم؟
Maka Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan apakah kalian menginginkan sesuatu sebagai tambahan?
Ahlul Jannah disini berarti semuanya baik umatnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maupun umat² Nabi sebelumnya, apakah kalian menginginkan suatu tambahan lagi? tambahan nikmat lagi padahal mereka sudah merasakan berbagai kenikmatan,
فيقولون:
Mereka mengatakan,
ألم تبُيِّضْ وُجُوهنا؟ ألم تُدْخِلْنَا الجنة وتُنَجِّنَا من النار؟
Bukankah engkau Ya Allah telah menjadikan wajah² kami berseri Engkau telah memasukkan kami kedalam Surga yang dengannya kami merasakan berbagai kenikmatan bukan hanya itu bukankah Engkau telah menyelamatkan kami dari Neraka , maksudnya adalah sudah merasakan keberuntungan yang luar biasa selamat dari Neraka dan bisa merasakan kenikmatan seperti ini
Kami merasakan keberuntungan yang luar biasa selamat dari azab terakhir Alhamdulillah
فيكشف الحِجَاب، فما أُعْطُوا شيئا أحَبَّ إليهم من النظر إلى ربهم
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menyingkap hijabNya, Allah subhanahu wa ta’ala menyingkap hijabNya, sehingga mereka pun melihat Allah, disebutkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka penduduk Surga tidak diberikan sebuah kenikmatan yang lebih mereka cintai daripada melihat kepada Allah azza wa jalla ketika mereka melihat Allah maka kenikmatan yang sebelumnya mereka rasakan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kenikmatan yang mereka rasakan ketika melihat Allah Rabbul’alamin.
Ini menunjukkan betapa nikmatnya melihat wajah Allah subhanahu wa ta’alam
Kemudian beliau mengatakan
وَزِيَادَةٌ
Maka melihat wajah Allah inilah yang dimaksud dengan ziyadah/tambahan didalam ayat tadi.
ثم هذه الأية
kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca Ayat ini
لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ
Bagi orang-orang yang berbuat baik maka dia akan mendapatkan Surga dan juga tambahan. hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, berarti di sini Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menafsirkan ayat dan menafsirkan ayat terkadang dengan ayat yang lain, terkadang menafsirkan ayat dengan hadis ini adalah termasuk tingkatan yang tinggi dalam masalah tafsir ketika menafsirkan ayat dengan ayat yang lain dengan hadist Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ
Dalam sebuah ayat yaitu dalam Surat Qof Allah mengatakan,
اۨدۡخُلُوۡهَا بِسَلٰمٍؕ ذٰلِكَ يَوۡمُ الۡخُلُوۡدِ
لَهُمْ مَّا يَشَاۤءُوْنَ فِيْهَا وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ
Masuklah kalian ke dalam Surga dalam keadaan selamat hari tersebut adalah hari kekekalan tidak ada kebinasaan setelah itu. Bagi mereka apa yang mereka kehendaki apa yang antum kehendaki akan diberikan oleh Allah di dunia antum banyak keinginan-keinginan antum yang tidak tercapai itu di dunia, tapi nanti kalau sudah masuk ke Surganya Allah subhanahu wa ta’ala
لَهُمْ مَّا يَشَاۤءُوْنَ فِيْهَا
Bagi mereka apa yang mereka kehendaki,
Kita mau apa saja diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ
Dan di sisi Kami ada tambahan.
Tambahan di sini yang dimaksud adalah melihat wajah Allah subhanahu wa ta’ala.
Dalam Ayat yang lain didalam surat Al mutafifin Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan,
كَلَّا إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ
[QS Al-Muthaffifin:15]Sekali² tidak sesungguhnya mereka (orang² kafir) yang mereka mendustakan sesungguhnya mereka dari Rabb mereka di hari tersebut mereka akan dihalangi, mahjun dihalangi yaitu mereka tidak akan melihat Allah.
Al imam Syafi’i rahimahullah & beliau adalah seorang muhadits seorang faqih seorang mufassir beliau memahami dari ayat ini beliau mengatakan bahwasanya ketika ketika Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwasanya orang-orang kafir dihalangi dari Allah subhanahu wa ta’ala menunjukkan bahwasanya orang-orang yang beriman sebaliknya itu mereka akan dibiarkan dan diberikan karunia oleh Allah untuk melihat Allah subhanahu wa ta’ala, orang² yang kufar ditutup sehingga mereka tidak bisa melihat wajah Allah, melihat wajah Allah adalah sebuah kenikmatan adapun orang-orang yang beriman maka oleh Allah subhanahu wa ta’ala diberikan karunia untuk melihat wajah Allah subhanahu wa ta’ala ini disebutkan oleh Al imam Syafi’i, bisa dilihat didalam tafsir Ibnu Katsir nukilan dari Ibnu Katsir terhadap ucapan Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]