Halaqah 65: Syafa’at Bagi Para Pelaku Dosa Besar (Bagian 2)

thumbnail-cadangan
Materi HSI pada pertemuan halaqah ke-65 dari halaqah silsilah ilmiyyah abdullah roy adalah tentang syafaat bagi para pelaku dosa besar bagian 2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memberikan syafa’at untuk umatnya, para pelaku dosa besar yang disiksa di dalam neraka.

Di dalam sebuah hadits Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan meminta izin kepada Allah Subhanahu wata'ala untuk memberi syafa’at dan beliau diizinkan.

Maka Allah Subhanahu wata'ala akan mengilhamkan kepada beliau pujian-pujian yang sebelumnya tidak pernah diajarkan kepada beliau di dunia.

Dan beliau bersujud, maka dikatakan kepada beliau:

“Wahai Muhammad angkatlah kepalamu. Berkatalah, engkau akan didengar perkataanmu. Mintalah, maka kamu akan diberi. Dan berikanlah syafa’at, maka akan diterima syafa’atmu.”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Wahai Rabb-ku, umatku… umatku….”

Dikatakan kepada beliau,

“Pergilah kamu dan keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam hatinya ada iman sebesar biji gandum.”

Maka beliau pergi dan melakukannya. Kemudian beliau kembali lagi dan kembali memuji Allah Subhanahu wata'ala dan sujud kepada-Nya, maka dikatakan kepada beliau:

“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Berkatalah, maka akan didengar perkataanmu. Mintalah, maka kamu akan diberi. Dan berikanlah syafa’at, maka akan diterima syafa’atmu.”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Wahai Rabb-ku, umatku… umatku….”

Dikatakan kepada beliau:

“Pergilah engkau dan keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam hatinya ada iman sebesar dzarrah atau qardalah yaitu biji sawi.”

Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi dan melakukannya.

Kemudian beliau kembali lagi dan kembali memuji Allah Subhanahu wata'ala dan sujud kepada-Nya, dikatakan kepada beliau:

“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Berkatalah, niscaya akan didengar perkataanmu. Mintalah, niscaya akan diberi permintaanmu. Dan berikanlah syafa’at, maka akan diterima syafa’atmu.”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Wahai Rabb-ku, umatku… umatku….”

Dikatakan kepada beliau,

“Pergilah kamu dan keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam hatinya ada iman yang lebih kecil dan lebih kecil dari sebuah biji sawi.”

Maka beliau pergi dan melakukannya.

Kemudian keempat kalinya beliau datang dan kembali memuji dan sujud kepada Allah Subhanahu wata'ala, maka dikatakan kepada beliau,

“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Berkatalah, niscaya akan didengar perkataanmu. Mintalah, maka kamu akan diberi. Dan berikanlah syafa’at, niscaya akan diterima syafa’atmu.”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

“Wahai Rabb-ku, izinkan aku untuk memberikan syafa’at kepada setiap orang yang mengatakan Laa ilaaha illallah’.”

Maka Allah Subhanahu wata'ala berkata:

“Demi Keperkasaan-Ku, Kebesaran-Ku, Keagungan-Ku, dan Kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan keluarkan dari neraka orang yang mengatakan Laa ilaaha illallah.”

Maksudnya adalah orang yang mengatakan ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas dari hatinya dan tidak membatalkannya dengan kesyirikan.

Di dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwasanya diantara amalan yang bisa menjadi sebab kita mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhirat adalah membaca do’a setelah mendengar azan, yaitu:

للَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Dan diantara amalan tersebut adalah bersabar atas kesusahan dan kesempitan hidup di Kota Madinah, kemudian meninggal di dalamnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا فَيَمُوت إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا

“Tidaklah bersabar seseorang atas kesusahan dan kesempitan hidup di Kota Madinah kemudian dia meninggal, kecuali aku akan menjadi pemberi syafaat untuknya atau pemberi saksi untuknya di hari kiamat, apabila dia adalah orang Islam.” (HR Muslim)

Ada dua golongan dari umat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak akan mendapatkan syafa’at beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي : إِمَامٌ ظَلُومٌ ، وَكُلُ غَالٍ مَارِقٍ

“Dua golongan dari umatku yang tidak akan mendapatkan syafa’atku, pemimpin yang zhalim dan setiap orang yang berlebih-lebihan di dalam agama.” (Hadits Hasan Riwayat At-Thabrani di dalam Al-Mu’jamul Kabir).

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wata'ala, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima syafa’at Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kita semua.
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Beriman Kepada Hari Akhir]
Show comments
Hide comments

0 Komentar:

Posting Komentar