Halaqah 04: Keadaan Kota Mekkah sebelum Nabi diutus (Bagian 3)

thumbnail-cadangan
Materi HSI pada halaqah ke-4 dari halaqah silsilah ilmiyyah abdullah roy adalah tentang keadaan kota Mekkah sebelum Nabi diutus bagian 3. Orang-orang Jahiliyyah tidak menghargai wanita, menikahi wanita dengan jumlah tanpa batas, menikahi dua saudari sekaligus, menikah dengan istri bapaknya apabila dicerai oleh sang bapak atau ditinggal mati. Itu semua biasa di zaman Jahiliyyah.

Ada diantara mereka yang mengubur hidup² wanita yang tidak berdosa hanya takut dipermalukan dengan sebab wanita tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ ◈بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ

"dan apabila anak wanita yang dikubur ditanya, sebab dosa apa dia dibunuh" [QS At-Takwir 8-9]

Wanita menjadi harta warisan sebagaimana barang yang diwariskan tersebar perjinaan & pelacuran pada seluruh tingkatan, tersebar minuman keras & perjudian.

Ada diantara mereka yang membunuh anak karena takut menjadi miskin atau karena kemiskinan yang sudah menimpa dia.

Mereka fanatik kepada kabilahnya & membela orang yang berasal dari satu kabilah baik dia salah atau benar.

Orang-orang Jahiliyyah sangat taklid kepada nenek moyang nya didalam urusan agama, memandang bahwa adat istiadat itulah yang paling baik.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

"dan apabila dikatakan kepada mereka kesinilah kalian kepada apa yang diturunkan oleh Allāh & kepada Rasul, mereka mengatakan cukuplah bagi kami apa yang kami dapatkan diatasnya bapak² kami meskipun bapak-bapak mereka tidak mengetahui sesuatu & tidak mendapatkan petunjuk" [QS Al-Ma’idah 104]

Mereka senang berperang dengan kabilah lain & mudah sekali menumpahkan darah, berperang karena sebab yang sepele kemudian berperang selama puluhan tahun terbunuh ribuan manusia.
***
[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah (HSI) Abdullah Roy Bab Sirah Nabawiyah]
Show comments
Hide comments

0 Komentar:

Posting Komentar