Halaqah 67: Mi’raj adalah Benar Adanya
Halaqah yang ke-67 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Mi'raj adalah benar adanya.
Beliau mengatakan rahimahullah,
Dan Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq.
Berarti pembicaraan tentang masalah rukyatullah kemudian beliau berbicara tentang masalah keimanan terhadap sifat² Allah yang Allah kabarkan kepada kita tanpa kita menta’til tanpa kita mentasbih, kemudian setelah itu beliau berbicara tentang poin aqidah yang lain yang ini merupakan satu diantara keyakinan dan aqidah ahlussunnah wal jamaah yaitu tentang masalah Al Mi’raj.
Apa itu yang dimaksud dengan Al-Mi’raj?
Al Mi’raj adalah tangga alat yang digunakan untuk naik, itu dinamakan dengan Al Mi’raj (secara bahasa). Allah mengatakan,
Malaikat naik kepadanya dan juga Malaikat Jibril.
Jadi makna Al ‘uruj maksudnya adalah ashoun yaitu naik. Adapun Mi’raj maka ini adalah alatnya, alat yang digunakan untuk naik, dan yang dimaksud di sini adalah naiknya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ke atas, yaitu ke sidratumuntaha diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari tempat beliau di bumi ini sampai ke sindrotumuntaha, yang di sana dalam perjalanan beliau shallallahu 'alaihi wasallam melihat tanda² kebesaran Allah subhanahu wa taala, melihat bagaimana luasnya alam semesta betapa besarnya kekuasaan Allahu rabbul alamin sebelumnya beliau berada di bumi melihat sebagian kecil di antara kekuasaan Allah, maka Allah subhanahu wa taala mengangkat beliau dan beliau melihat berbagai kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala bertemu dengan para Nabi yang selama ini hanya dibaca didalam kitabullah, bertemu dengan mereka bahkan berbicara dengan mereka melihat mereka dan memasuki langit yang pertama langit yang kedua dan seterusnya yang sebelumnya hanya dibaca di dalam Al-Qur’an tentang tujuh langit melihat Surga, melihat Neraka Allah bahkan di sana Allah subhanahu wa ta’ala berbicara dengan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam,
Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq/benar adanya, sebagian kisah Mi’raj disebutkan oleh Allah subhanahu wa taala dalam Al-Qur’an yaitu surat An-Najm,
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat Jibril
Dalam wujudnya yang asli.
Sidratumuntaha ini adalah tempatnya paling atas, dimana yang dari bawah tidak akan melebihi sidratumuntaha yang paling atas, yang berasal dari bawah maka tidak melebihi sidratumuntaha,
Beliau melihat tanda-tanda kekuasaan yang besar disana, ini adalah perjalanan yang luar biasa, orang di zaman sekarang berapa kilometer dia mengukur dari bumi ke Matahari dan berapa juta kilo antara bumi dengan langit yang pertama, berapa perjalanan yang harus ditempuh kalau harus menggunakan alat transportasi yang paling cepat di dunia ini mungkin sampai seorang mungkin berumur 1000-2000 tahun belum sampai lalu bagaimana dengan perjalanan antara langit yang pertama dengan langit yang kedua, yang ini langit yang kedua ini jauh lebih besar dan jauh lebih jauh, bagaimana dengan langit yang ke-7 dan sidratumuntaha tapi itu semuanya ditempuh dalam waktu yang sangat singkat dengan qudratullah, maka kita meyakini bahwasanya
Al-Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq/ yang benar adanya. Apa yang mustahil bagi Allah subhanahu wa ta’ala, Malaikat setiap hari mereka ada yang ke atas ada yang ke bawah, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemampuan kepada mereka, apalagi kalau hanya sekedar memberikan kemampuan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sesuatu – يَسِيرٌ -mudah bagi Allah subhanahu wa ta’ala
Yang demikian adalah sangat mudah bagi Allah subhanahu wa ta’ala, maka kita harus meyakini jangan kita seperti orang yang mengedepankan akal, Mua’tazilah misalnya atau mengingkari sebagaimana orang-orang musyrikin mereka mengingkari mendusatakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, jangankan Mi’raj yang didustakan, kejadian yang kedua adalah Isra’ ada Isra’ ada Mi’raj, kalau Mi’raj perjalanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari bumi ke Sidratumuntaha tapi kalau Isra’ ini perjalanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Makkah menuju Masjidil Aqsa.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]
Beliau mengatakan rahimahullah,
وَالْمِعْرَاجُ حَقٌّ
Dan Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq.
Berarti pembicaraan tentang masalah rukyatullah kemudian beliau berbicara tentang masalah keimanan terhadap sifat² Allah yang Allah kabarkan kepada kita tanpa kita menta’til tanpa kita mentasbih, kemudian setelah itu beliau berbicara tentang poin aqidah yang lain yang ini merupakan satu diantara keyakinan dan aqidah ahlussunnah wal jamaah yaitu tentang masalah Al Mi’raj.
Apa itu yang dimaksud dengan Al-Mi’raj?
Al Mi’raj adalah tangga alat yang digunakan untuk naik, itu dinamakan dengan Al Mi’raj (secara bahasa). Allah mengatakan,
تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ…٤
[QS Al Ma’arij 4]Malaikat naik kepadanya dan juga Malaikat Jibril.
Jadi makna Al ‘uruj maksudnya adalah ashoun yaitu naik. Adapun Mi’raj maka ini adalah alatnya, alat yang digunakan untuk naik, dan yang dimaksud di sini adalah naiknya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ke atas, yaitu ke sidratumuntaha diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari tempat beliau di bumi ini sampai ke sindrotumuntaha, yang di sana dalam perjalanan beliau shallallahu 'alaihi wasallam melihat tanda² kebesaran Allah subhanahu wa taala, melihat bagaimana luasnya alam semesta betapa besarnya kekuasaan Allahu rabbul alamin sebelumnya beliau berada di bumi melihat sebagian kecil di antara kekuasaan Allah, maka Allah subhanahu wa taala mengangkat beliau dan beliau melihat berbagai kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala bertemu dengan para Nabi yang selama ini hanya dibaca didalam kitabullah, bertemu dengan mereka bahkan berbicara dengan mereka melihat mereka dan memasuki langit yang pertama langit yang kedua dan seterusnya yang sebelumnya hanya dibaca di dalam Al-Qur’an tentang tujuh langit melihat Surga, melihat Neraka Allah bahkan di sana Allah subhanahu wa ta’ala berbicara dengan Beliau shallallahu 'alaihi wasallam,
الْمِعْرَاجُ حَقٌّ
Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq/benar adanya, sebagian kisah Mi’raj disebutkan oleh Allah subhanahu wa taala dalam Al-Qur’an yaitu surat An-Najm,
وَالنَّجۡمِ اِذَا هَوٰىۙ
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمۡ وَمَا غَوٰىۚ
وَمَا يَنۡطِقُ عَنِ الۡهَوٰىؕ
اِنۡ هُوَ اِلَّا وَحۡىٌ يُّوۡحٰىۙ
عَلَّمَهٗ شَدِيۡدُ الۡقُوٰىۙ
ذُوۡ مِرَّةٍؕ فَاسۡتَوٰىۙ
وَهُوَ بِالۡاُفُقِ الۡاَعۡلٰى
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ
فَكَانَ قَابَ قَوۡسَيۡنِ اَوۡ اَدۡنٰىۚ
فَاَوۡحٰۤى الٰى عَبۡدِهٖ مَاۤ اَوۡحٰىؕ
مَا كَذَبَ الۡفُؤَادُ مَا رَاٰى
اَفَتُمٰرُوۡنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى
وَلَقَدۡ رَاٰهُ نَزۡلَةً اُخۡرٰىۙ
عِنۡدَ سِدۡرَةِ الۡمُنۡتَهٰى
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat Jibril
عِنۡدَ سِدۡرَةِ الۡمُنۡتَهٰى
Dalam wujudnya yang asli.
Sidratumuntaha ini adalah tempatnya paling atas, dimana yang dari bawah tidak akan melebihi sidratumuntaha yang paling atas, yang berasal dari bawah maka tidak melebihi sidratumuntaha,
عِنۡدَهَا جَنَّةُ الۡمَاۡوٰىؕ
اِذۡ يَغۡشَى السِّدۡرَةَ مَا يَغۡشٰ
مَا زَاغَ الۡبَصَرُ وَمَا طَغٰى
لَقَدۡ رَاٰى مِنۡ اٰيٰتِ رَبِّهِ الۡكُبۡرٰى
Beliau melihat tanda-tanda kekuasaan yang besar disana, ini adalah perjalanan yang luar biasa, orang di zaman sekarang berapa kilometer dia mengukur dari bumi ke Matahari dan berapa juta kilo antara bumi dengan langit yang pertama, berapa perjalanan yang harus ditempuh kalau harus menggunakan alat transportasi yang paling cepat di dunia ini mungkin sampai seorang mungkin berumur 1000-2000 tahun belum sampai lalu bagaimana dengan perjalanan antara langit yang pertama dengan langit yang kedua, yang ini langit yang kedua ini jauh lebih besar dan jauh lebih jauh, bagaimana dengan langit yang ke-7 dan sidratumuntaha tapi itu semuanya ditempuh dalam waktu yang sangat singkat dengan qudratullah, maka kita meyakini bahwasanya
الْمِعْرَاجُ حَقٌّ
Al-Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq/ yang benar adanya. Apa yang mustahil bagi Allah subhanahu wa ta’ala, Malaikat setiap hari mereka ada yang ke atas ada yang ke bawah, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemampuan kepada mereka, apalagi kalau hanya sekedar memberikan kemampuan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sesuatu – يَسِيرٌ -mudah bagi Allah subhanahu wa ta’ala
إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Yang demikian adalah sangat mudah bagi Allah subhanahu wa ta’ala, maka kita harus meyakini jangan kita seperti orang yang mengedepankan akal, Mua’tazilah misalnya atau mengingkari sebagaimana orang-orang musyrikin mereka mengingkari mendusatakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, jangankan Mi’raj yang didustakan, kejadian yang kedua adalah Isra’ ada Isra’ ada Mi’raj, kalau Mi’raj perjalanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari bumi ke Sidratumuntaha tapi kalau Isra’ ini perjalanan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Makkah menuju Masjidil Aqsa.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]