Halaqah 68: Rasulullah Di-Isra’-kan di Malam Hari dan Dinaikkan ke Langit dengan Jasmaninya dalam Keadaan Sadar
Halaqah yang ke-68 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Rasulullah di-isra-kan di malam hari dan dinaikkan ke langit dengan jasmaninya dalam keadaan sadar.
Beliau mengatakan rahimahullah,
Dan telah di isra kan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Yang dimaksud dengan Isra adalah perjalanan dimalam hari
Maha Suci Allah yang menjalankan hambanya di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, supaya kami menampakkan kepadanya di antara tanda² kekuasaan.
Dengan burok dan ditemani oleh Malaikat Jibril dan di sana beliau mengimami para Nabi ini adalah tanda² kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. dari Makkah ke Masjidil Aqsa ini biasanya kalau ditempuh dengan unta ini memerlukan perjalanan 1 bulan kalau bulak balik berarti 2 bulan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggalkan Mekkah ke Masjidil Aqsa dan kembali ke Mekah sebelum datang waktu pagi hari, ada yang mengatakan bahwasanya Isra dan juga Mi’raj saat itu terjadi dalam satu malam dan di pagi hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sudah berada di kota Mekah sehingga orang-orang musyrikin Quraisy saat itu mereka menertawakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mengajak Abu Bakar untuk mendustakan Nabi, karenanya adalah kabar yang tidak masuk tapi Ash Sidik dan dinamakan Ash Sidik karena beliau sangat membenarkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di saat manusia mereka mendustakan Nabi dan meragukan kabar Nabi maka beliau membenarkan apa yang datang dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau membenarkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bahwasanya datang kepada beliau Wahyu di waktu pagi maupun sore, kalau hanya kabar tentang beliau pergi dari Makkah ke Masjidil Aqsa kemudian ke sidratumuntaha dan kembali ke Mekah dalam satu malam maka ini bukan sesuatu yang aneh-aneh karena Abu Bakar membenarkan yang lebih dahsyat daripada itu bagaimana hanya sekedar dijalankan, itulah Allah yang عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ , Ahlussunnah membenarkan, membenarkan bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di isra mi’raj, isra di dalam surat Al-isra sebagaimana dalam ayat yang sebutkan, dan Mi’raj ini ada dalam surat An-Najm.
Dan di angkat dengan diri beliau.
Kenapa di sini disebutkan oleh Abu Ja’far Ath thohawiy karena adanya sebagian orang yang mengatakan iya kami beriman bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau di Isra – Mi’raj kan namun katanya ini adalah dalam mimpi atau ini adalah hanya rohnya saja jadi nyawanya saja yang di isra kan dan nyawanya saja yang di Mi’raj kan bukan dengan badannya, maka beliau mengatakan
Beliau di Mi’raj kan dengan badannya dengan diri beliau semua yaitu dengan nyawa dan juga raganya & inilah yang hak bukan dengan nyawanya karena Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan
Maha suci Allah subhanahu wa ta’ala yang telah menjalankan hambanya.
Dan hamba dinamakan hamba dengan badannya dan juga nyawanya, dinamakan hamba/abdu dengan badannya dan juga nyawa itulah hamba bukan nyawanya saja, tapi jasad dan juga nyawanya itulah hamba.
Hamba terdiri dari dua perkara. Dalam surat An-Najm Allah mengatakan,
Allah mau wahyukan kepada hambaNya apa yang dia wahyukan.
Dan hamba ini terdiri dari badan dan juga nya, ini maksud ucapan beliau
Ketika beliau dalam keadaan bangun.
Artinya bukan dalam keadaan tidur, sebagian orang ada yang meyakini isra dan juga Miraj Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tapi dia meyakini bahwasanya itu semua terjadi ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan tidur, yaitu dalam keadaan bermimpi, padahal beliau di Mekkah tapi beliau bermimpi pergi dari Makkah menuju Masjidil Aqsa kemudian diangkat oleh Allah subhanahu wata'ala ke sidratumuntaha kemudian kembali ke Mekkah, itu terjadi dalam keadaan mimpi. Ini adalah bathil yang benar yang shahih bahwasanya beliau shallallahu 'alaihi wasallam di Isra dan di Mi’raj kan oleh Allah subhanahu wata'ala dalam bangun, dalam keadaan beliau bangun dan tidak dalam keadaan mimpi,
apa dalilnya?
Dalilnya orang² musyrikin mengingkari, orang² musyrikin Quraisy mereka mengingkari.
Mungkinkah mereka mengingkari Nabi bermimpi kalau hanya sekedar mimpi, kalau sekedar mimpi maka siapa di antara kita yang mengingkari? ada orang yang cerita anak bermimpi ke Mekah bersama bapak ibu bersama keluarga anda dan seterusnya, sementara keadaannya bukan orang yang berkemampuan tapi dia bermimpi apakah kita mendustakan? Bohong masa kamu mimpi ke Mekah, kalau hanya sekedar mimpi semua orang juga bisa bermimpi , ada orang bermimpi saya bermimpi saya punya istana yang demikian dan demikian dia ceritakan kepada orang, maka kita katakan mungkin saja bermimpi, itu namanya mimpi, orang dalam mimpinya melihat apa saja anak kecil mungkin dia menjadi Superman, memang benar itu hanya mimpi, yang kita dustakan kalau dia mengatakan saya benar-benar menjadi Superman bisa terbang itu yang kita dustakan tapi kalau hanya sekedar mimpi siapa saja bisa bermimpi.
Sekarang yang terjadi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seluruh didustakan oleh orang² musyrikin kalau hanya sekedar mimpi tentunya tidak didustakan oleh mereka ketika mereka mendustakan berarti ini adalah hak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di Isra kan di Mi’raj kan oleh Allah subhanahu wata'ala dalam keadaan الْيَقَظَةِ (bangun)
Diangkat ke atas,
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat beliau yaitu keatas kemudian ke tempat yang Allah kehendaki, tempat yang tinggi yang Allah kehendaki yaitu ke Sidratumuntaha, ini adalah batas nya tidak melebihi dari itu, kemudian
Dan Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Dia kehendaki.
Dipertemukan dengan para Anbiya diwajibkan kepada beliau shalat lima waktu secara langsung Allah subhanahu wa ta’ala mengajak berbicara kepada beliau, memperlihatkan kepada beliau Surga dan Neraka ini semuanya adalah iqrar Allah memuliakan beliau siapa selain beliau yang didemikiankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dimuliakan oleh Allah sedemikian rupa, ini adalah ikrar termasuk mukjizat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Isra dan juga Mi’raj, Allah subhanahu wa ta’ala banyak memuliakan mengistimewakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dibandingkan dengan yang lain,
Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Allah kehendaki.
Ketika di Isra kan dan juga di Mi’raj kan,
Dan Allah subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada beliau apa yang Allah Wahyukan,sebagaimana dalam ayat
Maka Allah subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada hambaNya apa yang Dia Wahyukan.
Termasuk diantaranya adalah kewajiban shalat lima waktu, Allah subhanahu wa ta’ala langsung wajibkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di atas sana, bukan di bumi menunjukkan keutamaan shalat lima waktu.
Ini adalah keyakinan dan aqidah Ahlussunnah wal jamaah di dalam masalah isra dan juga Mi’raj nya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Harus kita yakini jangan kita seperti orang² yang mengedepankan akalnya kemudian dia menolak kabar yang berkaitan dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang dianggap ini tidak sesuai dengan akal mereka.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]
Beliau mengatakan rahimahullah,
وَقَدْ أُسْرِيَ بِالنَّبِيِّ shallallahu 'alaihi wasallam وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِ
Dan telah di isra kan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Yang dimaksud dengan Isra adalah perjalanan dimalam hari
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ..
[QS Al Isro 1]Maha Suci Allah yang menjalankan hambanya di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, supaya kami menampakkan kepadanya di antara tanda² kekuasaan.
Dengan burok dan ditemani oleh Malaikat Jibril dan di sana beliau mengimami para Nabi ini adalah tanda² kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. dari Makkah ke Masjidil Aqsa ini biasanya kalau ditempuh dengan unta ini memerlukan perjalanan 1 bulan kalau bulak balik berarti 2 bulan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggalkan Mekkah ke Masjidil Aqsa dan kembali ke Mekah sebelum datang waktu pagi hari, ada yang mengatakan bahwasanya Isra dan juga Mi’raj saat itu terjadi dalam satu malam dan di pagi hari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sudah berada di kota Mekah sehingga orang-orang musyrikin Quraisy saat itu mereka menertawakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mengajak Abu Bakar untuk mendustakan Nabi, karenanya adalah kabar yang tidak masuk tapi Ash Sidik dan dinamakan Ash Sidik karena beliau sangat membenarkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di saat manusia mereka mendustakan Nabi dan meragukan kabar Nabi maka beliau membenarkan apa yang datang dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau membenarkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan bahwasanya datang kepada beliau Wahyu di waktu pagi maupun sore, kalau hanya kabar tentang beliau pergi dari Makkah ke Masjidil Aqsa kemudian ke sidratumuntaha dan kembali ke Mekah dalam satu malam maka ini bukan sesuatu yang aneh-aneh karena Abu Bakar membenarkan yang lebih dahsyat daripada itu bagaimana hanya sekedar dijalankan, itulah Allah yang عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ , Ahlussunnah membenarkan, membenarkan bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di isra mi’raj, isra di dalam surat Al-isra sebagaimana dalam ayat yang sebutkan, dan Mi’raj ini ada dalam surat An-Najm.
وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِ
Dan di angkat dengan diri beliau.
Kenapa di sini disebutkan oleh Abu Ja’far Ath thohawiy karena adanya sebagian orang yang mengatakan iya kami beriman bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau di Isra – Mi’raj kan namun katanya ini adalah dalam mimpi atau ini adalah hanya rohnya saja jadi nyawanya saja yang di isra kan dan nyawanya saja yang di Mi’raj kan bukan dengan badannya, maka beliau mengatakan
وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ
Beliau di Mi’raj kan dengan badannya dengan diri beliau semua yaitu dengan nyawa dan juga raganya & inilah yang hak bukan dengan nyawanya karena Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ
Maha suci Allah subhanahu wa ta’ala yang telah menjalankan hambanya.
Dan hamba dinamakan hamba dengan badannya dan juga nyawanya, dinamakan hamba/abdu dengan badannya dan juga nyawa itulah hamba bukan nyawanya saja, tapi jasad dan juga nyawanya itulah hamba.
Hamba terdiri dari dua perkara. Dalam surat An-Najm Allah mengatakan,
فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى
[QS An-Najm 10]Allah mau wahyukan kepada hambaNya apa yang dia wahyukan.
Dan hamba ini terdiri dari badan dan juga nya, ini maksud ucapan beliau
وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ
فِي الْيَقَظَةِ
Ketika beliau dalam keadaan bangun.
Artinya bukan dalam keadaan tidur, sebagian orang ada yang meyakini isra dan juga Miraj Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tapi dia meyakini bahwasanya itu semua terjadi ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan tidur, yaitu dalam keadaan bermimpi, padahal beliau di Mekkah tapi beliau bermimpi pergi dari Makkah menuju Masjidil Aqsa kemudian diangkat oleh Allah subhanahu wata'ala ke sidratumuntaha kemudian kembali ke Mekkah, itu terjadi dalam keadaan mimpi. Ini adalah bathil yang benar yang shahih bahwasanya beliau shallallahu 'alaihi wasallam di Isra dan di Mi’raj kan oleh Allah subhanahu wata'ala dalam bangun, dalam keadaan beliau bangun dan tidak dalam keadaan mimpi,
apa dalilnya?
Dalilnya orang² musyrikin mengingkari, orang² musyrikin Quraisy mereka mengingkari.
Mungkinkah mereka mengingkari Nabi bermimpi kalau hanya sekedar mimpi, kalau sekedar mimpi maka siapa di antara kita yang mengingkari? ada orang yang cerita anak bermimpi ke Mekah bersama bapak ibu bersama keluarga anda dan seterusnya, sementara keadaannya bukan orang yang berkemampuan tapi dia bermimpi apakah kita mendustakan? Bohong masa kamu mimpi ke Mekah, kalau hanya sekedar mimpi semua orang juga bisa bermimpi , ada orang bermimpi saya bermimpi saya punya istana yang demikian dan demikian dia ceritakan kepada orang, maka kita katakan mungkin saja bermimpi, itu namanya mimpi, orang dalam mimpinya melihat apa saja anak kecil mungkin dia menjadi Superman, memang benar itu hanya mimpi, yang kita dustakan kalau dia mengatakan saya benar-benar menjadi Superman bisa terbang itu yang kita dustakan tapi kalau hanya sekedar mimpi siapa saja bisa bermimpi.
Sekarang yang terjadi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seluruh didustakan oleh orang² musyrikin kalau hanya sekedar mimpi tentunya tidak didustakan oleh mereka ketika mereka mendustakan berarti ini adalah hak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di Isra kan di Mi’raj kan oleh Allah subhanahu wata'ala dalam keadaan الْيَقَظَةِ (bangun)
إِلَى السَّمَاءِ.
Diangkat ke atas,
ثُمَّ إِلَى حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الْعُلَا
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat beliau yaitu keatas kemudian ke tempat yang Allah kehendaki, tempat yang tinggi yang Allah kehendaki yaitu ke Sidratumuntaha, ini adalah batas nya tidak melebihi dari itu, kemudian
وَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ، وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،
Dan Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Dia kehendaki.
Dipertemukan dengan para Anbiya diwajibkan kepada beliau shalat lima waktu secara langsung Allah subhanahu wa ta’ala mengajak berbicara kepada beliau, memperlihatkan kepada beliau Surga dan Neraka ini semuanya adalah iqrar Allah memuliakan beliau siapa selain beliau yang didemikiankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dimuliakan oleh Allah sedemikian rupa, ini adalah ikrar termasuk mukjizat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Isra dan juga Mi’raj, Allah subhanahu wa ta’ala banyak memuliakan mengistimewakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dibandingkan dengan yang lain,
وَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ،
Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Allah kehendaki.
Ketika di Isra kan dan juga di Mi’raj kan,
وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،
Dan Allah subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada beliau apa yang Allah Wahyukan,sebagaimana dalam ayat
فَأَوْحَىٰٓ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ
[QS An Najm 10]Maka Allah subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada hambaNya apa yang Dia Wahyukan.
Termasuk diantaranya adalah kewajiban shalat lima waktu, Allah subhanahu wa ta’ala langsung wajibkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di atas sana, bukan di bumi menunjukkan keutamaan shalat lima waktu.
Ini adalah keyakinan dan aqidah Ahlussunnah wal jamaah di dalam masalah isra dan juga Mi’raj nya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Harus kita yakini jangan kita seperti orang² yang mengedepankan akalnya kemudian dia menolak kabar yang berkaitan dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang dianggap ini tidak sesuai dengan akal mereka.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]