Halaqah 74: Allah Mengetahui Amalan-Amalan Orang yang Ditakdirkan Masuk Surga atau Neraka

Halaqah yang ke-74 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah adalah tentang Allah mengetahui amalan-amalan orang yang ditakdirkan masuk surga atau neraka.

Beliau mengatakan rahimahullah,

وَكَذَلِكَ أَفْعَالُهُمْ فِيمَا عَلِمَ مِنْهُمْ أَنْ يَفْعَلُوهُ

Demikian pula Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui tentang amalan² mereka pekerjaan² mereka,

أَفْعَالُ

Ini manshub karena di athobkan ‘adada yaitu Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui juga tentang apa yang mereka lakukan,

فِيمَا عَلِمَ مِنْهُمْ أَنْ يَفْعَلُوهُ

Mengetahui tentang apa yang akan mereka lakukan,

Itu terjemahan bebas, Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui siapa yang akan masuk Surga dan Allah mengetahui amalan² yang mereka lakukan di dunia sehingga itu menjadi sebab masuknya dia ke dalam Surga dan itu menjadi sebab maksudnya yang dia ke dalam Neraka karena masuknya surga ada sebab, masuknya seseorang ke dalam Neraka juga memiliki sebab, Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui siapa penduduk Surga dan siapa penduduk Neraka dan mengetahui amalan apa yang menyebabkan dia masuk ke dalam Surga dan amalan apa yang dilakukan oleh seseorang sehingga dia termasuk penduduk Neraka

جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
[QS Az Zukhruf 72]

Itulah Surga yang diwariskan kepada kalian dengan sebab amalan yang kalian kerjakan.

Masing² Anda sebab sehingga kalau masing² anda sebabnya kita melakukan amalan² yang menyebabkan kita masuk ke dalam Surga dan menjauhi amalan² yang menyebabkan kita masuk ke dalam Neraka,

اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ الجنَّةَ وما قرَّبَ إليها من قولٍ وعملٍ وأعوذُ بكَ منَ النَّارِ وما قرَّبَ إليها من قولٍ أو عملٍ

Ya Allah, aku memohon kepadaMu Surga dan apa yang mendekatkan kepada Surga berupa ucapan maupun perbuatan.

Jadi meminta kepada Allah dan meminta kepada Allah supaya dimudahkan untuk berucap dan beramal yang menjadi sebab masuknya seseorang ke dalam Surga dan berlindung kepada Allah dari Neraka dan berlindung kepada Allah dari ucapan dan juga perbuatan yang menjadi sebab masuknya seseorang ke dalam nerakanya Allah subhanahu wa ta’ala,

وَكَذَلِكَ أَفْعَالُهُمْ فِيمَا عَلِمَ مِنْهُمْ أَنْ يَفْعَلُوهُ

Termasuk diantaranya perbuatan² manusia Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui perbuatan² tersebut sebelum mereka melakukan perbuatan tersebut, Dan Allah telah menulis apa yang akan mereka lakukan di dunia semuanya ditulis oleh Allah si Fulan akan melakukan ini si Fulan akan melakukan amal shaleh atau melakukan kemaksiatan sudah ditulis oleh Allah dalam Lauhul Mahfudz, semuanya sudah ditulis oleh Allah

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ۝
[QS Al Hadid 22]

إِنَّ اللَّهُ كَتَبَ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menulis takdir² makhlukNya 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, di antara takdir² tersebut adalah apa yang diamalkan oleh seseorang, sebagaimana dalam hadits

ويرسل إليه الملك ؛ فينفخ فيه الروح ؛ ويؤمر بأربع كلمات: يكتب رزقه، وأجله، وعمله

Disuruh menulis tentang amal yaitu amalan yang sudah Allah subhanahu wa taala tulis di dalam Lauhul Mahfudz diperintahkan untuk di tulis oleh para Malaikat.

Maka ini termasuk akidah Ahlussunnah wal jamaah bahasanya Allah subhanahu wa ta’ala Maha Mengetahui termasuk diantaranya adalah siapa yang akan masuk ke dalam Surga dan siapa yang akan masuk ke dalam Neraka dan apa amalan² yang mereka lakukan di dunia sehingga menyebabkan mereka masuk ke dalam Surga & masuk ke dalam Neraka.

Kemudian beliau mengatakan rahimahullah ,

وَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ،

kemudian di antara hal yang penting yang harus kita pahami adalah bahwasanya masing² dari kita yang sudah diketahui apakah dia penduduk Surga atau penduduk Neraka ya sudah diketahui amalan mereka yang akan mereka kerjakan maka masing³ dari kita

مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ،

Akan dimudahkan untuk melakukan sesuatu yang dia dicipta untuknya dimudahkan untuk melakukan sesuatu yang memang sudah ditakdirkan untuk kalau dia ditakdirkan sebagai penduduk Surga maka akan dimudahkan dia untuk melakukan amalan2 yang mendekatkan dia kepada surganya Allah di sana ada akibat dan di sana Allah subhanahu wa ta’ala juga menyebutkan sebabnya, sebaliknya orang yang sudah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala masuk ke dalam NerakaNya Allah subhanahu wa ta’ala maka akan dimudahkan untuk melakukan perkara yang menyebabkannya masuk ke dalam Neraka, ini berdasarkan sebuah hadits yang tadi kita sebutkan awalnya,

مَا مِنْكُمْ مِنْ نَفْسٍ إِلَّا وَقَدْ عُلِمَ مَنْزِلُهَا مِنْ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ

Tidak ada diantara kalian kecuali sudah diketahui kedudukannya dari Surga maupun dari Neraka.

Para Shahabat radhiyallahu taala anhum ketika mereka mendengar kabar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mereka mengatakan,

يا رسول الله فلم نعمل؟

Wahai Rasulullah kalau begitu untuk apa kita beramal,

Berarti semuanya sudah ditentukan oleh Allah subhanahu wata'ala, si fulan penduduk Surga untuk apa beramal kalau memang saya sudah ditentukan sebagai penduduk Surga, toh nanti juga akan masuk Surga seandainya dia termasuk penduduk Neraka untuk apa dia beramal toh nanti akhirnya juga masuk Neraka berarti nggak usah beramal

يا رسول الله فلم نعمل؟

Oleh karena itu kenapa kita beramal wahai Rasulullah

أفلا نتكل؟

Apakah kita tidak boleh pasrah begitu saja enggak usah kita beramal enggak usah kita beramal haaleh karena semuanya sudah ditentukan oleh Allah sebagai penduduk Surga atau penduduk Neraka.

Ini ucapan sebagian shahabat radhiyallahu ta’ala Anhum saat itu, dan mungkin itu ada di dalam benak sebagian kita & Alhamdulillah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah memberikan jawaban kepada para shahabat saat itu dan ini adalah jawaban untuk kita yang menghilangkan wasawis Syaitan yang mengajak kita senantiasa untuk malas dalam beramal yang mengajak kita untuk meninggalkan amal shaleh & lalai dengan dunia kita kesibukan kita, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shallallahu alaihi wasallam mengatakan dan petunjuk beliau adalah sebaik-baik petunjuk dan inilah yang harus kita pegang.

قال: لا،

Beliau mengatakan Tidak,

Yaitu jangan kalian pasrah kemudian kalian tidak beramal shaleh ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam la, ini sudah cukup memecut kita & menyadarkan kita dari was was syaitan yang mengajak manusia untuk tidak beramal Nabi mengatakan La, kemudian beliau mengatakan,

اعملوا

Hendaklah kalian beramal,

Beriman, beramal, shalatlah, berpuasalah berbuat baiklah kepada manusia,tunaikan kewajiban hindarkanlah dari kemaksiatan

اعملوا

Beramal lah amal di sini masuk di dalamnya menjalankan atau melaksanakan perintah dan juga menjauhi larangan, semuanya dinamakan dengan amal jadi amal itu bisa menjalankan perintah dan juga bisa menjauhi larangan semuanya termasuk amal shaleh

اعملوا

Hendaklah kalian beramal, ini petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang kita imani ucapan beliau,

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ

Itu adalah wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala itu bukan dari beliau sendiri, Wahyu dari Allah yang disampaikan kepadanya

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا ۚ

Apa yang diberikan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka ambillah dan apa yang beliau larang maka tinggalkanlah, beliau mengatakan LA itu kan larangan jangan kita iktikal dan ucapan beliau اعملوا perintah yang harus kita kerjakan

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا ۚ

Disini beliau melarang dan memerintah, melarang kita untuk iktikal melarang kita untuk pasrah tidak beramal meninggalkan perintah Allah atau termasuk makna tidak beramal adalah seseorang melanggar apa yang Allah larang dan di sini ada perintah itu dalam ucapan beliau

اعملوا

ada larangan La dan ada perintah perintah untuk beramal, maka ini yang harus kita pegang kuat-kuat.
***
[Materi halaqah diambil dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Ath Thahawi rahimahullah]
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url